Kamis, 30 Maret 2017

Senjaku rindu

Hari ini, kotaku seperti biasanya
Panasnya yang terik
Burung-burung bernyanyi
Kupu dan capung beterbangan
Dan aku seperti biasanya
tetap sayang kamu

Namun, sayang...
Tanpa kata
Tanpa nada
Rintik hujan pun turun di sore hari;
menjelang senja
Langit berkabut abu
Jingga senjaku terlihat memudar

Terkadang sayang, hujan membuat rinduku kian terikat
dan kini rinduku merengek lagi
Senjaku tanpamu; hanya siluet jingga yang tak bermakna

Di senja yang hujan ini, aku tak butuh payung
Aku hanya butuh pelukanmu
Aku tau, pelukan lewat mimpi itu cukup menghangatkan
Namun sayang, ketika rindu menyesaki ingatan
Kau harus datang
Kau harus memberi pelukan
serta kecupan hangat
Sehangat knalpot ninja 
yang habis dipakai ngebut

Hehe, maaf sayang...
Terkadang rindu membuatku sedikit gila
Sayang, kutitipkan rindu ini
kepada semesta
Bersama ufuk senja, dan doa
Read More

Kamis, 09 Maret 2017

Perempuan Berambut Gelombang

Kulihat kau di persimpangan lorong
Rambut gelombang di atas bahu yang diselendangkan
sehingga terlihat daun-daun telinga
Sepasang mata syahdu itu
layaknya hutan belantara
dan aku tersesat dalam teduhnya kelopakmu

Kau tertawa
aduhai... begitu renyah dan bening
Kau berjalan
seolah melayang, ringan sekali
gerakan itu dan melambai
Bahkan saat kau marah saja
kau tetap terlihat elok

Sejenak aku terlena oleh dirimu
senyumku kini kembali
Dahulu, kerap kucari
namun nihil
Tetes cahaya baru saja hidup
Di ufuk patahnya hati
Mungkinkah dikau?

Perempuan berambut gelombang
Mari bersamaku
Read More

Minggu, 05 Maret 2017

Tidurlah, cantik

Tidurlah, cantik.
Ini puisiku untukmu
Untukmu
Untuk mengantarkan tidur malammu
Rebahlah

Tidurlah, cantik.

Sudahi semua keluh kesahmu
Biarlah menguap bersama rasa kantuk itu
Hanyutlah dalam tidurmu
Kukirimkan bismika untukmu

Tidurlah, cantik.

Sudahlah jangan menangis
Biar kukecup keningmu; yang lembut
Jangan takut
Ku akan selalu ada menemanimu

Tidurlah, cantik.

Pejamkanlah matamu
Malam sudah terlalu larut
Tak baik untuk wanita se-ayu dirimu
Tidurlah, mimpilah, nyenyaklah.

Read More

Rabu, 01 Maret 2017

Sisa Hujan Semalam

Sisa hujan semalam masih menempel di daun jendela, sementara langit terlihat begitu muram.

Akhir-akhir ini, di kotaku langit kerap bermuram durja. Kemudian menangis, dengan bunyi rintik syahdu yang sesekali menyebut namamu.
Akhir-akhir ini, aku kerap menggigil. Aku telah kuyup diguyur rindu padamu. Gigil dan rindu.

Ahh..... Nampaknya candumu melekat begitu hebat di pikiranku.
Read More