Namun, ada tokoh yang saya sangat suka dengan kisahnya. Seorang pengacara dari India yang pernah memimpin perjuangan kesetaraan hak di Afrika Selatan, kemudian kembali ke India untuk melawan penjajah Inggris, dunia mengenalnya dengan Gandhi. Kemudian, seseorang yang juga memperjuangkan hak kesetaraan di Afrika Selatan, yang kelak menjadi presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela. Lalu, seorang penerima Nobel, pendeta Baptis, dan aktivis HAM warga Afrika-Amerika.
Mereka semua memiliki kesamaan, yaitu sama-sama menjadi pemimpin perjuangan. Namun, setelah saya baca kisah mereka, ada hal unik dalam kepemimpinan mereka yang sangat relevan hingga saat ini. Baik dalam memimpin keluarga, perusahaan, organisasi dll.
Mahatma Gandhi, kita semua mengenalnya sebagai penganut antikekerasan. Meski tidak dikenal sebagai pencetus prinsip antikekerasan, beliau sering disebut sebagai pelopor prinsip ini di masyarakat. Tindakan Gandhi itu menginspirasi banyak pemimpin dunia dan pemimpin gerakan politik. Pemimpin pejuang hak asasi manusia di Amerika Serikat, Martin Luther King, terinspirasi oleh pemikiran-pemikiran Gandhi dalam hal penerapan gerakan antikekerasan. Aktivis antiapartheid dan mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, juga terinspirasi oleh Gandhi.
Dari kisah Gandhi, saya belajar bahwa kepemimpinan itu menciptakan pemimpin dengan cara menginspirasi calon pemimpin untuk melakukan hal yang sama, sehingga bisa berdampak besar bagi masyarakat. Tentunya, semua itu hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Nelson Mandela, memberikan pelajaran dari sisi lain. Setelah dipenjara rezim kulit putih selama 27 tahun, sangat wajar jika Nelson Mandela membenci orang-orang kulit putih dan melakukan balas dendam kepada mereka. Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Nelson berusaha mendorong percepatan rekonsiliasi di negaranya. Bagaimana bisa dia melupakan semua kejahatan, tidak ada rasa benci, dan kemudian malah mendorong revolusi secara damai?
Nelson mengambil jalan uniknya sendiri. Dari kisah tersebut, saya belajar bahwa kepemimpinan adalah sebuah seni memilih untuk mengalahkan diri sendiri, melupakan masa lalu yang suram, kemudian mengarahkan pikiran untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Pada hari pelepasan Nelson Mandela dari penjara tahun 1990 ketika ia berumur 71 tahun. Ketika berpidato kepada bangsanya, Mandela menggerakkan jutaan orang untuk membuat suatu perubahan yang akan menjadi inspirasi bagi dunia. Sosok, kepemimpinan, dan tindakan Mandela menghentak dunia.
Martin Luther King, King memimpin dan mengubah dunia dengan the power of vision, the power of inspirations, dan the power of dream. Dalam pidatonya yang sangat terkenal, Martin Luther King berkata,
Martin Luther King, King memimpin dan mengubah dunia dengan the power of vision, the power of inspirations, dan the power of dream. Dalam pidatonya yang sangat terkenal, Martin Luther King berkata,
“I say to you today, my friends, that in spite of the difficulties and frustrations of the moment, I still have a dream. It is a dream deeply rooted in the American dream. I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: "We hold these truths to be self-evident: that all men are created equal." I have a dream that one day on the red hills of Georgia the sons of former slaves and the sons of former slaveowners will be able to sit down together at a table of brotherhood. I have a dream that one day even the state of Mississippi, a desert state, sweltering with the heat of injustice and oppression, will be transformed into an oasis of freedom and justice. I have a dream that my four children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.”
Dari Martin Luther King, saya belajar bahwa kepemimpinan itu bisa menggunakan pengalaman pribadi yang sangat sesuai dengan masyarakat untuk menyentuh atau menjangkau hati dan pikiran orang lain.
Gandhi, Mandela, dan King, mereka mengubah dunia dengan gaya kepemimpinannya masing-masing. Dari mereka saya belajar bahwa kepemimpinan itu berdasarkan inspirasi bukan dominasi. Bahwa kepemimpinan itu berdasarkan kooperasi bukan intimidasi.
0 komentar:
Posting Komentar