“I choose a lazy person to do a hard job. Because a lazy person will find an easy way to do it.” ― Bill Gates
***
Aku selalu suka dengan orang bodoh, bukan berarti aku meremehkan kemampuan seseorang. Bodoh disini dalam artian adalah orang itu menganggap dirinya bodoh. Karena tidak ada orang bodoh, yang ada hanyalah malas. Malas mencari tahu, dan malas bergerak dari zona nyaman.
Seperti kata Steve Jobs "stay foolish and stay hungry"
Analogikan otak itu seperti perut, jika perut lapar kita akan mencari makanan agar bisa kenyang. Kalau lapar terus? ya makan terus. Nah, kenapa kita harus selalu merasa bodoh? agar kita mau mencari ilmu pengetahuan dan informasi-informasi untuk mengenyangkan otak kita. Bagi aku, ada ada tiga rongga dalam tubuh manusia yang harus kita isi. Rongga kepala, rongga dada, dan rongga perut. Rongga kepala kita isi dengan ilmu pengetahuan, rongga dada kita isi dengan oksigen, dan rongga perut kita isi dengan makanan bergizi. Sebagai manusia yang masih hidup sangat wajib hukumnya mengisi ketiga rongga tersebut, jika salah satu rongga kosong artinya kita mati.
Disini aku gak membahas organ-organ tubuh, biarkan anak kedoktran yang membahas itu.
Disini aku akan membahas kenapa orang-orang seperti ini bisa sangat menarik.
Jadi, aku punya temen, aku manggil dia 'jancuk';kata kasar dalam bahasa jawa. Bagi aku pertemanan sejati adalah ketika kita mampu saling terbuka dan saling olok-olokan tanpa ada rasa dendam.
Balik lagi, si jancuk ini males banget, udah kayak pepatah 'mati segan hidup tak mau'. Asli males banget dah, kayak mayat hidup gitu. Aku suka iseng ngasih dia pertanyaan-pertanyaan gitu.
"Cuk! Gimana ya cara ngukur gedung pencakar langit?"
Sebelum melihat jawaban temen aku yang males, aku akan ngasih jawaban versi orang pintar dulu. Orang-orang pintar pasti jawab begini.
"Ambil barometer, lalu tinggal bandingkan tekanan udara di dasar gedung dan di puncak gedung, masukkan rumus sedikit dan dihitung perbedaan tinggi dari perbedaan tekanan pada kedua titik ketinggian itu."
Sangat cerdas bukan ketika kita melihat seseorang menjawab dengan teori seperti itu?
Lalu bagaimana jawaban temen aku yang bodoh dan malas itu? ada yang bisa nebak? jawabannya begini.
"Yaudah kamu ambil tali, terus jatuhin tali itu dari atas gedung, dah ukur dah berapa tuh" katanya sambil jepitin jenggotnya pakai koin maratusan.
Seperti biasa, anak ini selalu ngasih jawaban yang bikin aku kaget.
Balik lagi ke pertanyaan awal, orang seperti jancuk ini menarik, bahkan seorang Bill Gates saja menyukai orang-orang yang seperti ini untuk memecahkan sebuah masalah.
Sederhananya gini, orang yg seperti jancuk ini orang yang mau mendengar ketika diberi arahan dan mau diajarin. Tentunya memberi arahan yang baik, bukan arahan untuk memanfaatkan ketidaktahuan orang tersebut untuk kepentingan diri sendiri.
Menurut aku, ribet banget kalau kita kerja bareng orang yang berpikir bahwa dia tahu segalanya. Aku lebih suka bekerja sama orang yang ingin belajar dan berkembang bersama. Aku sendiri seneng berbagi ide baru dan belajar sama orang yang punya semangat untuk belajar.
Orang-orang seperti jancuk ini sebenernya pinter, cuman dia gak tau metode belajar yg baik untuk dia itu bagaimana. Ketika ada kita sebagai orang yang membagikan ilmu, dia bagus kok nanggepinnya dan malah bisa langsung dipraktekkin. Biasanya orang-orang begini gak suka dengan keterikatan, orang-orang begini adalah orang-orang yang merdeka; bebas bersikap, bertindak, dan berpikir. Makanya dia lebih tanggap ketika belajar di lingkungan sosial, dan sebaliknya kurang tanggap ketika belajar di institusi pendidikan.
Aku sendiri juga lebih suka belajar di lingkungan sosial, karena menurut aku kurikulum pendidikan di Indonesia itu mematikan kreatifitas dan mematikan semangat belajar. Bayangin aja sekolah dari pagi lalu pulang saat senja. Pergi sekolah bareng karyawan, pulang juga bareng karyawan. Tidak ada waktu sama sekali untuk mengembangkan bakat dan passion. Sebenernya belajar itu sederhana, tak perlu lama-lama. Kunci belajar adalah mengerti konsep dan mampu mengaplikasikan konsep tersebut. Aku berharap hal ini bisa dibenahi nantinya, karena pendidikan itu salah satu instrumen penting untuk mendorong sebuah negara.
Orang-orang pintar justru lebih suka memperumit suatu masalah sepele daripada mencari cara pemecahan yang mudah dan sederhana. Sedangkan orang-orang kayak si jancuk ini adalah orang-orang yang gak suka ribet-ribet selalu mencari jalan pintas. Makanya Bill Gates menyukai orang-orang kayak si jancuk ini untuk memecahkan masalah dan melakukan pekerjaan.
Istilah pemikiran orang-orang kayak si jancuk ini adalah berpikir keluar kotak, memang selain diwajibkan untuk berpikir kritis dan logis sebagai manusia kita juga diwajibkan berpikir keluar kotak. Saat kapankah kita harus berpikir keluar kotak? Saat kotak sudah tidak memberikan solusi.
0 komentar:
Posting Komentar